BEM SI Kepulauan Riau Gelar Aksi “Indonesia Sold Out”: Suara Mahasiswa Menolak Ketidakadilan dan Menuntut Kesejahteraan

.BEM SI Kepulauan Riau Gelar Aksi “Indonesia Sold Out”: Suara Mahasiswa Menolak Ketidakadilan dan Menuntut Kesejahteraan


BEM SI Kepulauan Riau Gelar Aksi “Indonesia Sold Out”: Suara Mahasiswa Menolak Ketidakadilan dan Menuntut Kesejahteraan

Batam, 24 Agustus 2025 – Semangat perubahan kembali bergema dari suara mahasiswa. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Daerah Kepulauan Riau – Wilayah Sumatera Bagian Utara menyampaikan rencana aksi unjuk rasa di Kota Batam. Melalui surat resmi bernomor 012/Ek/Spb/BEM SI-KEPRI-SUMBAGUT/VIII/2025, mahasiswa mengumumkan pemberitahuan aksi demonstrasi yang akan digelar pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Aksi bertajuk “Indonesia Sold Out: Menolak Ketidakadilan dan Menuntut Kesejahteraan Rakyat” ini direncanakan akan melibatkan sekitar 300 mahasiswa yang turun ke jalan dengan penuh semangat juang. Mereka akan memusatkan titik kumpul di Welcome to Batam, lalu melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Kota Batam dan Kantor Pemerintah Kota Batam.

Latar Belakang Aksi

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum menjadi landasan hukum mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya. Dalam surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Kapolresta Barelang dan Kasat Intelkam Polresta Barelang, BEM SI menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya berbagai persoalan yang masih terjadi di Kota Batam.

Mahasiswa melihat bahwa problematika publik di Batam bukan sekadar isu lokal, melainkan juga mencerminkan wajah persoalan nasional. Mulai dari banjir, sampah, parkir, hingga regulasi hukum yang dianggap berpotensi membungkam kebebasan rakyat, semua itu dirangkum dalam seruan aksi kali ini.

Rangkaian Aksi

Aksi akan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Mahasiswa akan menggunakan berbagai perlengkapan aksi, seperti mobil komando, bendera, spanduk, speaker/TOA, dan banner. Dengan atribut ini, mereka ingin menegaskan pesan-pesan perjuangan agar terdengar jelas oleh masyarakat dan para pemangku kebijakan.

Selain itu, BEM SI juga menegaskan komitmennya bahwa aksi akan berlangsung secara tertib dan damai, namun tetap lantang dalam menyuarakan aspirasi. Kehadiran ratusan mahasiswa diyakini akan menciptakan gema suara perubahan yang tidak bisa diabaikan.

Isu-Isu Fundamental yang Diangkat

Dalam aksi bertajuk “Indonesia Sold Out”, mahasiswa akan menyoroti lima isu utama yang dinilai paling mendesak untuk segera ditangani pemerintah:

1. Banjir

Masalah banjir menjadi salah satu persoalan klasik di Kota Batam. Mahasiswa mendesak pemerintah agar meningkatkan infrastruktur drainase serta menindak tegas pelaku alih fungsi lahan yang memperburuk kondisi banjir. Bagi mereka, banjir bukan sekadar genangan air, melainkan ancaman nyata terhadap kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat.

2. Sampah

Pengelolaan sampah yang kurang terintegrasi menjadi masalah lain yang diangkat. Mahasiswa menuntut adanya sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menurut mereka, sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga mencerminkan tata kelola kota yang baik. Kota yang bersih akan mendorong kualitas hidup yang lebih baik serta meningkatkan daya tarik Batam sebagai kota industri dan pariwisata.

3. Parkir

Masalah parkir juga tak luput dari sorotan. Mahasiswa menolak adanya pungutan liar di area parkir serta mendesak pemerintah membuat regulasi parkir yang lebih adil. Isu ini dianggap penting karena praktik pungutan liar di sektor parkir sering kali membebani masyarakat kecil dan menimbulkan ketidakadilan dalam pelayanan publik.

4. RKUHAP

Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) dinilai memiliki sejumlah pasal bermasalah yang berpotensi membungkam kebebasan rakyat. Mahasiswa menolak pasal-pasal yang bisa mengancam hak-hak masyarakat sipil, terutama kebebasan berpendapat dan berekspresi. Dalam pandangan mereka, hukum seharusnya menjadi pelindung rakyat, bukan alat untuk membatasi ruang demokrasi.

5. Represifitas Aparat

Mahasiswa juga menyoroti adanya tindakan represif aparat terhadap masyarakat dalam berbagai aksi sebelumnya. Mereka mendesak aparat untuk tidak melakukan tindakan yang berlebihan saat aksi berlangsung. Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional, dan aparat seharusnya bertindak sebagai pengayom, bukan ancaman.

Makna Aksi “Indonesia Sold Out”

Pemilihan tema “Indonesia Sold Out” bukan tanpa alasan. Bagi mahasiswa, istilah ini menggambarkan kondisi bangsa yang seakan-akan dijual murah akibat ketidakadilan, korupsi, pengelolaan kebijakan yang buruk, dan lemahnya keberpihakan kepada rakyat kecil. Aksi ini diharapkan menjadi pengingat bahwa Indonesia harus berdiri tegak dengan kedaulatannya, bukan tunduk pada kepentingan segelintir pihak.

Harapan Mahasiswa

Dengan aksi ini, BEM SI Kepulauan Riau ingin mendorong lahirnya solusi nyata dari pemerintah daerah maupun pusat. Mereka berharap:

  • Pemerintah segera membenahi infrastruktur drainase untuk mengatasi banjir.
  • Pengelolaan sampah dilakukan dengan sistem yang modern dan ramah lingkungan.
  • Regulasi parkir dibuat lebih adil dan menghapus praktik pungutan liar.
  • RKUHAP dikaji ulang agar tidak mencederai demokrasi.
  • Aparat mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi aspirasi masyarakat.

Lebih dari itu, mahasiswa ingin menunjukkan bahwa suara mereka adalah bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia. Mereka percaya, perubahan besar selalu berawal dari keberanian menyuarakan kebenaran.

Mahasiswa Sebagai Garda Terdepan Perubahan

Aksi yang digagas BEM SI ini menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai agent of change. Sejak era reformasi, mahasiswa selalu menjadi motor penggerak dalam menuntut keadilan dan memperjuangkan hak rakyat. Kini, di tengah tantangan zaman, mereka tetap konsisten berdiri di garis depan untuk memastikan pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat.

Penutup

Aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2025 mendatang bukan hanya sekadar agenda turun ke jalan, melainkan simbol perjuangan mahasiswa untuk menolak ketidakadilan dan menuntut kesejahteraan. Dengan mengusung tema “Indonesia Sold Out”, BEM SI Kepulauan Riau mengingatkan bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang berani bersuara.

Mahasiswa berharap, aspirasi yang mereka suarakan tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan nyata demi kesejahteraan masyarakat Batam khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Karena bagi mereka, perjuangan bukan sekadar tentang hari ini, tetapi juga tentang warisan masa depan bagi generasi berikutnya.



0 Komentar