Kevin Hassett disebut sebagai kandidat terkuat menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve. Dukungan Trump, sikap pro-crypto, dan pandangan dovish terhadap suku bunga membuat pencalonannya kontroversial. Apakah ini awal dari era baru kebijakan moneter Amerika?
Mau Turuti Trump, Kevin Hassett Disebut Bakal Gantikan Powell
Pendahuluan
Ketika politik bertemu dengan ekonomi, hasilnya sering kali penuh kontroversi. Itulah yang kini terjadi di Amerika Serikat. Nama Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, mencuat sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed). Isu ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan pertarungan ideologi antara independensi bank sentral dan ambisi politik Presiden Donald Trump.
Mengapa hal ini penting? Karena keputusan siapa yang memimpin The Fed akan menentukan arah kebijakan moneter global, memengaruhi pasar crypto, hingga berdampak pada nilai tukar rupiah di Indonesia.
Trump vs Powell: Pertarungan Kebijakan Suku Bunga
Jerome Powell dikenal sebagai figur yang menjaga independensi The Fed. Namun, kebijakan suku bunga yang relatif ketat membuat Trump berulang kali mengkritiknya. Trump menginginkan pemangkasan suku bunga drastis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara Powell cenderung berhati-hati.
Di sinilah Kevin Hassett masuk. Hassett dianggap sebagai sekutu dekat Trump, dengan pandangan dovish yang mendukung suku bunga rendah. Pertanyaannya: apakah The Fed masih bisa disebut independen jika ketuanya dipilih berdasarkan kesetiaan politik?
Kevin Hassett: Pro-Crypto dan Pro-Likuiditas
Selain pandangan dovish, Hassett juga dikenal pro-crypto. Ia pernah menjadi penasihat Coinbase, salah satu bursa aset digital terbesar di dunia. Dukungan terhadap crypto membuatnya populer di kalangan pelaku industri aset digital, yang melihat peluang besar jika kebijakan moneter lebih longgar.
Pro-crypto stance: Hassett diyakini akan membuka ruang lebih luas bagi regulasi ramah aset digital.
Dovish policy: Kebijakan suku bunga rendah diyakini meningkatkan likuiditas pasar.
Trump’s alignment: Kesamaan visi dengan Trump menjadikannya kandidat paling kuat.
Namun, apakah kebijakan pro-crypto di level bank sentral akan memperkuat stabilitas sistem keuangan, atau justru menambah risiko volatilitas?
Dampak Global: Dari Wall Street ke Jakarta
Kabar pencalonan Hassett langsung mengguncang pasar. Nilai tukar rupiah sempat menguat terhadap dolar AS, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.
Jika Hassett benar-benar menggantikan Powell, dampaknya bisa meluas:
Pasar saham AS: Likuiditas meningkat, harga saham berpotensi naik.
Industri crypto: Regulasi lebih ramah, adopsi bisa meluas.
Rupiah dan pasar emerging market: Potensi penguatan karena arus modal masuk.
Namun, risiko inflasi juga mengintai. Apakah dunia siap menghadapi era suku bunga ultra-rendah di bawah kepemimpinan Hassett?
Proses Seleksi: Drama Politik di Gedung Putih
Menurut laporan Bloomberg, proses seleksi Ketua The Fed kini memasuki tahap akhir. Menteri Keuangan Scott Bessent memimpin wawancara terhadap lima kandidat tersisa. Nama Hassett disebut paling kuat, tetapi ada juga kandidat lain seperti Christopher Waller dan Michelle Bowman.
Trump sendiri dikabarkan sudah “mengantongi” nama calon pilihannya, meski belum diumumkan secara resmi. Spekulasi ini menambah panas perdebatan: apakah Trump akan memilih jalur aman dengan kandidat mainstream, atau mengambil risiko besar dengan Hassett yang kontroversial?
Opini Berimbang: Antara Harapan dan Kekhawatiran
Pendukung Hassett berargumen bahwa kebijakan suku bunga rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas akses kredit, dan mendukung inovasi di sektor crypto. Mereka melihatnya sebagai langkah berani untuk menyesuaikan kebijakan moneter dengan era digital.
Namun, para kritikus menilai langkah ini berbahaya. Suku bunga rendah bisa memicu inflasi, memperbesar gelembung aset, dan mengurangi kredibilitas The Fed sebagai institusi independen. Apakah dunia siap menghadapi risiko tersebut hanya demi ambisi politik Trump?
Kesimpulan: Era Baru atau Krisis Baru?
Kevin Hassett memang muncul sebagai kandidat terkuat menggantikan Jerome Powell. Dukungan Trump, sikap pro-crypto, dan pandangan dovish membuatnya populer di kalangan tertentu. Namun, kontroversi besar mengiringi pencalonannya: independensi The Fed dipertanyakan, risiko inflasi mengintai, dan dunia menunggu apakah kebijakan moneter AS akan berubah drastis.
Apakah Hassett akan membawa era baru kebijakan moneter yang lebih ramah crypto dan pro-likuiditas? Ataukah dunia justru akan menghadapi krisis baru akibat suku bunga ultra-rendah? Pertanyaan ini layak menjadi bahan diskusi global.
baca juga: Bitcoin: Aset Digital? Membongkar 7 Mitos Paling Berbahaya Tentang Cryptocurrency Pertama Dunia
baca juga: Regulasi Cryptocurrency di Indonesia: Hal yang Wajib Diketahui Investor






0 Komentar