Sinergi Keimanan dan Ekonomi: Refleksi Perjalanan Terindah Bersama MES Kepulauan Riau
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, di mana pencapaian sering kali diukur dengan angka, materi, dan jabatan, sebuah pesan menyejukkan hadir dari Kepulauan Riau. Sebuah poster digital dengan nuansa hijau dan kuning keemasan menyapa ruang maya, membawa pesan yang tidak hanya religius, tetapi juga filosofis dan mendasar.
Poster tersebut diterbitkan oleh Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kepulauan Riau. Di sana tertulis sebuah kalimat yang sangat kuat:
"Isra' Mi'raj mengajarkan kita bahwa tidak ada perjalanan yang lebih indah daripada perjalanan mendekat kepada Allah."
Kalimat ini bukan sekadar slogan perayaan tahunan. Ini adalah inti dari kehidupan seorang mukmin, dan menariknya, ini menjadi landasan bagi sebuah organisasi yang bergerak di bidang ekonomi. Bagaimana sebuah peristiwa langit yang terjadi lebih dari 1400 tahun lalu relevan dengan tatanan ekonomi dan sosial di Kepulauan Riau saat ini? Mari kita selami perjalanan makna ini lebih dalam.
Bab 1: Memaknai Isra' Mi'raj sebagai "Perjalanan Terindah"
Isra' Mi'raj adalah peristiwa monumental dalam sejarah Islam. Secara harfiah, ia terbagi menjadi dua fase: Isra', perjalanan horizontal dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina; dan Mi'raj, perjalanan vertikal dari bumi menembus tujuh lapis langit menuju Sidratul Muntaha.
Namun, poster MES Kepri mengajak kita melihat peristiwa ini dari sudut pandang rasa, bukan sekadar rute. Mengapa disebut perjalanan terindah?
1. Perjalanan Penghiburan dan Harapan
Peristiwa ini terjadi pada Amul Huzni (Tahun Kesedihan), saat Rasulullah SAW kehilangan dua sosok pelindungnya: Sang Paman, Abu Thalib, dan istri tercinta, Khadijah RA. Di saat manusia di bumi menolak dan menyakiti beliau, Allah SWT mengundangnya ke langit.
Ini mengajarkan kita bahwa ketika "pintu bumi" tertutup bagi kita (kegagalan bisnis, kesulitan ekonomi, masalah sosial), "pintu langit" selalu terbuka. Perjalanan mendekat kepada Allah adalah perjalanan penyembuhan luka dan penanaman harapan.
2. Oleh-Oleh Berupa Konektivitas (Shalat)
Puncak dari perjalanan Mi'raj adalah perintah Shalat lima waktu. Shalat sering disebut sebagai Mi'raj-nya orang mukmin. Jika Rasulullah naik ke langit untuk bertemu Allah, kita bisa "bertemu" Allah setiap hari melalui sujud kita.
Dalam konteks poster ini, pesan "mendekat kepada Allah" menyiratkan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam perjalanan wisata keliling dunia atau perjalanan karier menuju puncak perusahaan, melainkan dalam setiap langkah yang mendekatkan hati kita kepada Sang Pencipta.
Bab 2: Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) – Membumikan Nilai Langit
Mungkin timbul pertanyaan: Mengapa organisasi ekonomi seperti MES yang mengangkat tema spiritual ini? Bukankah ekonomi bicara soal uang, pasar, dan keuntungan?
Di sinilah letak keistimewaan konsep Ekonomi Syariah yang diusung oleh MES Kepulauan Riau. Ekonomi Syariah bukan sekadar sistem perbankan tanpa bunga. Ia adalah manifestasi dari "Perjalanan Mendekat kepada Allah" dalam aspek muamalah (hubungan antarmanusia).
Ekonomi sebagai Ibadah
Visualisasi masjid yang megah dan tenang pada poster tersebut—yang mengingatkan pada arsitektur Masjid Sheikh Zayed—melambangkan bahwa pusat dari segala aktivitas, termasuk ekonomi, adalah ketundukan kepada Allah.
Bagi MES, berdagang, berinvestasi, dan bekerja adalah bentuk ibadah jika dilakukan sesuai syariat. Ketika seorang pengusaha jujur dalam timbangan karena takut kepada Allah, ia sedang melakukan "perjalanan indah". Ketika seorang pejabat membuat kebijakan yang pro-rakyat miskin, ia sedang "mendekat kepada Allah".
Keadilan dan Kesejahteraan Bersama
Ekonomi konvensional sering kali mengajarkan kompetisi yang saling menjatuhkan demi keuntungan pribadi ("Siapa kuat, dia menang"). Sebaliknya, semangat Isra' Mi'raj mengajarkan persaudaraan (ukhuwah). Di langit, Rasulullah bertemu dengan para Nabi terdahulu dan disambut dengan hangat.
Dalam ekonomi syariah, prinsipnya adalah Ta'awun (tolong-menolong) dan Keadilan. Tidak boleh ada satu pihak yang untung di atas penderitaan pihak lain (bebas Riba, Gharar, dan Maysir). Inilah pesan tersirat yang dibawa oleh para pengurus MES Kepri.
Bab 3: Nakhoda Ekonomi Syariah di Kepulauan Riau
Sebuah visi besar memerlukan eksekutor yang handal. Dalam poster tersebut, ditampilkan lima tokoh kunci yang menjadi motor penggerak MES di wilayah Kepulauan Riau. Kehadiran wajah-wajah ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol komitmen kepemimpinan.
1. H. Ansar Ahmad, S.E, M.M (Pembina PW MES Kepri)
Sebagai figur sentral dan Gubernur Kepulauan Riau, kehadiran beliau sebagai Pembina menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap ekosistem ekonomi syariah. Kepri, dengan letak geografisnya yang strategis di beranda negara, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal dan keuangan syariah. Kepemimpinan beliau diharapkan mampu menyinergikan kebijakan publik dengan nilai-nilai syariah yang universal.
2. H.M. Zulkamirullah, S.Sos., M.AP (Ketua Umum)
Sebagai nakhoda operasional, Ketua Umum memegang kendali arah organisasi. Perannya vital dalam menerjemahkan visi besar menjadi program kerja nyata yang menyentuh masyarakat, mulai dari edukasi UMKM halal hingga literasi keuangan syariah bagi generasi muda.
3. Jajaran Pengurus Teras
- Dr. Ade Angga, S.IP., M.M (Wakil Ketua Umum): Memberikan perspektif akademis dan strategis dalam pengembangan organisasi.
- Hasan, S. ESy (Bendahara Umum): Menjaga amanah finansial organisasi, yang merupakan inti dari integritas lembaga ekonomi.
- Dwi Vita Lestari, S. M.Pd (Sekretaris Umum): Sosok perempuan dalam jajaran inti menunjukkan bahwa ekonomi syariah bersifat inklusif. Peran perempuan sangat krusial dalam manajemen ekonomi keluarga dan pendidikan generasi penerus.
Kombinasi latar belakang mereka—mulai dari birokrat, akademisi, hingga praktisi—mencerminkan kolaborasi Pentahelix yang dibutuhkan untuk membangun ekonomi umat yang kuat.
Bab 4: Relevansi Pesan di Era Digital
Di bagian bawah poster, kita melihat ikon media sosial modern: TikTok (@mes.kepri), serta alamat email. Ini adalah detail kecil namun penting.
Isra' Mi'raj adalah mukjizat yang melampaui logika ruang dan waktu pada zamannya. Hari ini, teknologi digital juga melipat ruang dan waktu. Kita bisa bertransaksi dengan orang di benua lain dalam hitungan detik.
Namun, kemajuan teknologi ini membawa tantangan moral. Penipuan online, pinjaman online (pinjol) ilegal yang mencekik, hingga gaya hidup hedonis di media sosial (flexing) adalah penyakit zaman now.
MES Kepri hadir di platform seperti TikTok dan Instagram untuk memberikan counter-narrative. Di tengah konten joget dan pamer kekayaan, MES menyisipkan pesan dakwah ekonomi: "Ayo berbisnis yang berkah," "Hindari riba," atau seperti poster ini, "Ingatlah perjalanan menuju Allah."
Ini adalah bentuk Dakwah Bil Hal di era milenial. MES tidak anti-teknologi, tetapi menggunakan teknologi sebagai kendaraan untuk menyebarkan kebaikan, persis seperti Buraq yang menjadi kendaraan dalam peristiwa Isra' Mi'raj.
Bab 5: Implementasi "Perjalanan Indah" dalam Kehidupan Sehari-hari
Artikel ini tidak akan lengkap tanpa langkah praktis. Bagaimana kita, sebagai masyarakat awam, mengamalkan pesan dari poster MES Kepri ini? Berikut adalah refleksi nyata yang bisa kita terapkan:
1. "Mi'raj"-kan Niat Bekerja
Sebelum berangkat ke kantor atau membuka toko, luruskan niat. Jadikan pekerjaan sebagai sarana nafkah yang halal untuk keluarga dan bekal ibadah. Dengan niat ini, lelahnya bekerja dicatat sebagai pahala jihad.
2. Transaksi yang "Langit-Oriented"
Saat berbisnis, jangan hanya bertanya "Berapa untungnya?", tapi tanyalah "Apakah Allah ridha dengan cara ini?". Jika ada unsur penipuan atau ketidakjelasan, tinggalkanlah. Ingat, perjalanan mendekat kepada Allah lebih indah daripada tumpukan uang yang tidak berkah.
3. Shalat sebagai Istirahat (Rest Area)
Dalam perjalanan panjang kehidupan, kita butuh istirahat. Jadikan waktu shalat sebagai rest area spiritual. Jangan shalat dengan terburu-buru seolah itu beban. Nikmatilah sujud sebagai momen curhat terbaik kepada Pemilik Semesta.
4. Bersinergi Membangun Umat
Dukunglah program-program ekonomi syariah. Mulailah menabung di bank syariah, belilah produk dari UMKM tetangga, dan bayarlah zakat/sedekah melalui lembaga terpercaya. Seperti susunan pengurus di poster yang solid, kita pun harus solid dalam memajukan ekonomi umat.
Bab 6: Harapan untuk Kepulauan Riau
Kepulauan Riau adalah tanah Melayu yang identik dengan Islam. Falsafah "Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah" sudah mendarah daging. Peringatan Isra' Mi'raj yang diinisiasi oleh MES ini adalah pengingat untuk kembali ke akar identitas tersebut.
Visi "Perjalanan Mendekat kepada Allah" yang didengungkan oleh H. Ansar Ahmad dan tim MES Kepri adalah visi tentang Negeri Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur (Negeri yang baik dan diampuni Tuhan).
Bayangkan sebuah Kepulauan Riau di mana:
- Pasarnya ramai namun jujur.
- Pemimpinnya adil dan takut Tuhan.
- Anak mudanya kreatif dan berakhlak mulia.
- Masyarakatnya sejahtera bukan karena mengeksploitasi, tapi karena saling memberdayakan.
Itulah destinasi akhir dari perjalanan ekonomi syariah.
Penutup: Undangan untuk Melangkah
Poster peringatan Isra' Mi'raj dari MES Kepulauan Riau ini sesungguhnya adalah sebuah undangan terbuka.
Bukan sekadar undangan untuk menghadiri seremonial, melainkan undangan untuk berhijrah. Berhijrah dari cara pandang materialistis menuju cara pandang spiritualis. Berhijrah dari ekonomi yang serakah menuju ekonomi yang penuh berkah.
Mari kita renungkan kembali kalimat emas itu:
"Tidak ada perjalanan yang lebih indah daripada perjalanan mendekat kepada Allah."
Semoga peringatan Isra' Mi'raj tahun ini menjadi titik balik bagi kita semua, khususnya masyarakat Kepulauan Riau, untuk memperbaiki kualitas iman dan kualitas ekonomi kita secara bersamaan.
Terima kasih kepada Pengurus Wilayah MES Kepri atas pengingat visual yang indah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada Bapak H. Ansar Ahmad, Bapak H.M. Zulkamirullah, dan seluruh jajaran pengurus untuk terus membumikan ekonomi syariah di Bumi Segantang Lada.
Selamat Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Mari jadikan shalat sebagai kebutuhan, dan ekonomi syariah sebagai gaya hidup.
Ingin tahu lebih lanjut tentang program Masyarakat Ekonomi Syariah Kepri?
Ikuti jejak digital mereka untuk mendapatkan edukasi dan informasi terkini seputar ekonomi Islam:
- TikTok: mes.kepri
- Email: mes.kepulauanriau@gmail.com
Artikel ini ditulis sebagai apresiasi dan elaborasi atas materi publikasi MES Kepulauan Riau.

0 Komentar