Rangkuman Buku - You Do You — Fellexandro Ruby

 

Rangkuman Buku - You Do You — Fellexandro Ruby

Rangkuman Buku 5000 Kata

You Do You

Karya: Fellexandro Ruby


Pendahuluan: Berani Jadi Diri Sendiri di Dunia yang Bising

You Do You adalah buku motivasi ringan namun reflektif yang mengajak pembaca untuk mengenal diri lebih dalam dan berani menjalani hidup secara autentik. Di tengah dunia yang penuh standar sosial, ekspektasi keluarga, tekanan karier, dan perbandingan di media sosial, Fellexandro Ruby menawarkan satu pesan sederhana namun kuat:

Jangan hidup berdasarkan ekspektasi orang lain. Jalani hidup versi terbaik dari dirimu sendiri.

Buku ini tidak hadir dengan teori berat atau bahasa akademis. Sebaliknya, Ruby menyajikannya dalam gaya percakapan yang santai, penuh pengalaman pribadi, dan relatable bagi generasi muda—khususnya mereka yang sedang mencari arah hidup dan karier.


Bagian I: Mengenal Diri Sendiri Sebelum Mengejar Dunia

1. Masalah Generasi “Ikut Arus”

Ruby mengawali buku ini dengan pengamatan sederhana: banyak orang menjalani hidup seperti mengikuti template.

  • Lulus sekolah

  • Masuk universitas populer

  • Cari kerja di perusahaan besar

  • Naik jabatan

  • Menikah

  • Punya rumah

Semua terlihat “ideal” di mata sosial. Namun pertanyaannya:

Apakah itu benar-benar pilihan kita, atau hanya kebiasaan kolektif?

Banyak orang baru menyadari di usia 30 atau 40 bahwa mereka tidak pernah benar-benar memilih. Mereka hanya mengikuti.


2. Autentisitas Bukan Egoisme

“You do you” sering disalahartikan sebagai sikap egois. Ruby menegaskan bahwa menjadi diri sendiri bukan berarti mengabaikan orang lain.

Autentisitas berarti:

  • Jujur terhadap minat dan nilai pribadi.

  • Mengetahui apa yang penting bagi diri sendiri.

  • Tidak memaksakan diri mengikuti standar orang lain.

Ia menekankan bahwa kita hanya punya satu kehidupan. Menjalani hidup orang lain adalah pemborosan terbesar.


3. Menemukan Nilai Hidup (Core Values)

Salah satu fondasi utama buku ini adalah mengenali nilai inti (core values).

Ruby mengajak pembaca bertanya:

  • Apa yang paling penting dalam hidupmu?

  • Uang? Waktu? Kebebasan? Dampak sosial?

  • Apakah kamu mengejar status atau kepuasan batin?

Tanpa nilai yang jelas, kita mudah terombang-ambing oleh tren.


Bagian II: Karier Bukan Sekadar Gaji

4. Salah Kaprah Tentang Sukses

Ruby membongkar definisi sukses yang terlalu sempit.

Banyak orang mengukur sukses dari:

  • Jabatan tinggi

  • Gaji besar

  • Popularitas

Padahal sukses bisa berarti:

  • Punya waktu untuk keluarga

  • Bisa bekerja dari mana saja

  • Melakukan pekerjaan yang sesuai minat

Kesuksesan adalah definisi personal.


5. Eksperimen Hidup

Ruby membagikan pengalamannya berpindah jalur karier, mencoba berbagai proyek, hingga menemukan jalannya sebagai entrepreneur dan podcaster.

Ia menekankan pentingnya eksperimen:

Karier bukan jalan lurus. Ia lebih mirip laboratorium.


6. Fear of Missing Out (FOMO)

Di era media sosial, FOMO menjadi penyakit umum.

Melihat teman sukses, traveling, atau punya bisnis besar sering membuat kita merasa tertinggal.

Ruby mengingatkan:
Media sosial adalah highlight reel, bukan real life.

FOMO bisa membuat kita mengambil keputusan impulsif yang tidak sesuai dengan diri sendiri.


Bagian III: Identitas dan Tekanan Sosial

7. Tekanan Keluarga dan Lingkungan

Banyak pembaca Indonesia pasti relate dengan tekanan keluarga:

  • “Kerja yang stabil saja.”

  • “Jangan ambil risiko.”

  • “Ngapain jadi content creator?”

Ruby tidak menyuruh pembaca melawan keluarga, tetapi mengajak berdialog dan memahami perspektif masing-masing.

Autentisitas bukan pemberontakan, tapi komunikasi yang jujur.


8. Overthinking dan Keraguan Diri

Keraguan adalah hal wajar. Namun jika dibiarkan, ia bisa melumpuhkan.

Ruby menyarankan:

  • Fokus pada progres kecil.

  • Jangan tunggu sempurna.

  • Action dulu, evaluasi kemudian.

Kepercayaan diri dibangun lewat tindakan, bukan menunggu keyakinan datang.


Bagian IV: Uang, Passion, dan Realita

9. Ikuti Passion? Tidak Sesederhana Itu

Ruby realistis. Ia tidak serta-merta menyuruh orang meninggalkan pekerjaan demi passion.

Ia membedakan:

  • Passion sebagai hobi

  • Passion sebagai profesi

Kadang kita perlu membangun pondasi finansial sebelum mengejar passion sepenuhnya.


10. Financial Awareness

Autentisitas juga butuh perencanaan finansial.

  • Punya tabungan darurat

  • Kelola pengeluaran

  • Jangan konsumtif demi validasi sosial

0 Komentar